Integrasi Nilai Catur Murti dalam Konseling Multikultural: Upaya Meningkatkan Mindfulness Siswa di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.12928/cece.v3i2.2320Keywords:
era digital, konseling Catur Murti, mindfulness lokalAbstract
Generasi Z saat ini menghadapi tantangan serius berupa krisis kesadaran dan penurunan kesejahteraan psikologis akibat ledakan informasi (information overload) di era digital. Fenomena strawberry generation dan learning burnout menjadi indikator rapuhnya mentalitas siswa di tengah arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konstruksi Konseling Catur Murti sebagai instrumen mindfulness berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konseling Catur Murti, yang berakar pada ajaran Raden Mas Panji Sosrokartono, efektif sebagai instrumen mindfulness melalui penyelarasan empat pilar: pikiran (karsa), perasaan (rasa), perkataan (wicara), dan perbuatan (raga). Integrasi model ini membantu siswa mencapai kondisi pikir ingkang bening (kejernihan pikiran), meningkatkan resiliensi, dan menciptakan koherensi diri antara identitas digital dan dunia nyata. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan konseling multikultural berbasis kearifan lokal mampu memberikan layanan bimbingan yang lebih kontekstual dan humanis dalam menjaga kesehatan mental siswa di era digital.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amanda Agustin Putri Pagho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


