Integrasi Nilai Catur Murti dalam Konseling Multikultural: Upaya Meningkatkan Mindfulness Siswa di Era Digital

Authors

  • Amanda Agustin Putri Pagho Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.12928/cece.v3i2.2320

Keywords:

era digital, konseling Catur Murti, mindfulness lokal

Abstract

Generasi Z saat ini menghadapi tantangan serius berupa krisis kesadaran dan penurunan kesejahteraan psikologis akibat ledakan informasi (information overload) di era digital. Fenomena strawberry generation dan learning burnout menjadi indikator rapuhnya mentalitas siswa di tengah arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konstruksi Konseling Catur Murti sebagai instrumen mindfulness berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konseling Catur Murti, yang berakar pada ajaran Raden Mas Panji Sosrokartono, efektif sebagai instrumen mindfulness melalui penyelarasan empat pilar: pikiran (karsa), perasaan (rasa), perkataan (wicara), dan perbuatan (raga). Integrasi model ini membantu siswa mencapai kondisi pikir ingkang bening (kejernihan pikiran), meningkatkan resiliensi, dan menciptakan koherensi diri antara identitas digital dan dunia nyata. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan konseling multikultural berbasis kearifan lokal mampu memberikan layanan bimbingan yang lebih kontekstual dan humanis dalam menjaga kesehatan mental siswa di era digital.

Downloads

Published

2026-08-18

How to Cite

Pagho, A. A. P. (2026). Integrasi Nilai Catur Murti dalam Konseling Multikultural: Upaya Meningkatkan Mindfulness Siswa di Era Digital . Contemporary Education and Community Engagement (CECE), 3(2), 187–193. https://doi.org/10.12928/cece.v3i2.2320

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.