Pengaruh media wayang kertas terintegrasi nilai ruwat bumi terhadap ecological citizenship siswa SMA IT Al-Hidayah Jalancagak

Authors

  • Cika Faradila Universitas Pendidikan Indonesia
  • Vian Tresna Wijaksana Universitas Pendidikan Indonesia
  • Karim Suryadi Universitas Pendidikan Indonesia
  • Sri Wahyuni Tanshzil Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.12928/citizenship.v9i2.2204

Keywords:

Ecological Citizenship, Etnopedagogi, Wayang Kertas, Ruwat Bumi, Kearifan Lokal

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ecological citizenship peserta didik di SMA IT Al-Hidayah Jalancagak dan minimnya pemanfaatan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai ekologis tradisi Ruwat Bumi Kampung Adat Banceuy, menganalisis korelasinya dengan dimensi ecological citizenship, serta menguji pengaruh media etnopedagogi wayang kertas terhadap kesadaran ekologis siswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif Quasi Experimental Design, sampel penelitian melibatkan 39 siswa kelas XI (20 eksperimen, 19 kontrol). Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa terdapat enam nilai utama yang terkandung dalam tradisi Ruwat Bumi, di mana keenam nilai tersebut memiliki korelasi terhadap empat dimensi ecological citizenship, yakni responsibility, sustainability, participation, serta rights and justice. Adapun hasil uji-t menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dengan nilai (t = -3,090; p = 0,004 < 0,05), sehingga hal ini membuktikan secara statistik bahwa penggunaan media wayang kertas yang berbasis pada nilai-nilai tradisi Ruwat Bumi terbukti efektif dalam meningkatkan tanggung jawab ekologis pada diri siswa.

References

Abidin, J., Sahara, L. S., & Darmawan, R. (2025). Ruwat bumi Cipancar: Strategi pengembangan pariwisata budaya berbasis kearifan lokal. Journal of Tourism and Economic, 8(2), 208–218.

Agrawal, A. (2002). Indigenous knowledge and the politics of classification. International Social Science Journal, 54(173), 287–297. https://doi.org/10.1111/1468-2451.00382

Ardoin, N. M., Bowers, A. W., & Gagnon, V. (2020). Nature-based solutions and environmental education research: A systematic review. Environmental Education Research, 26(8), 1092–1112. https://doi.org/10.1080/13504622.2020.1793745

Aulia, A., Hidayat, T., & Firdaus, M. (2024). Implementasi fenomena ruwat bumi dalam meningkatkan nilai sosial dan budaya masyarakat. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati, 5(2), 1–14.

Ayu, I. G., Kade, N., Suastra, I. W., & Arnyana, I. B. P. (2024). Integrasi etnopedagogi dalam pembelajaran IPA untuk memperkaya pemahaman budaya dan sains. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(6), 6507–6518.

Bryce, T., Day, S., & Blown, E. (2016). Teaching and learning about ecological citizenship: A study of Scottish primary school students. Environmental Education Research, 22(7), 941–961. https://doi.org/10.1080/13504622.2015.1075565

Dobson, A. (2007). Environmental citizenship: Towards sustainable development. Sustainable Development, 15(5), 276–285. https://doi.org/10.1002/sd.344

Cincera, J., & Krajhanzl, J. (2013). Eco-schools: What factors influence pupils’ action competence for pro-environmental behaviour? Journal of Cleaner Production, 61, 117–121. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2013.06.030

Fatimah, S., Komalasari, K., & Saripudin, D. (2021). Integration of Sundanese local wisdom in civic education to enhance civic disposition of students. Journal of Social Studies Education Research, 12(2), 103–121. https://doi.org/10.17499/jsse.977442

Gay, G. (2010). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (2nd ed.). Teachers College Press.

Janssen, C., Gorris, P., Pahl-Wostl, C., & Schwarz, L. (2026). The social-ecological learning framework: Perception, action, and learning in a changing world. Global Environmental Change, 98, Article 103159.

Karatekin, K., & Uysal, C. (2018). Ecological citizenship scale development study. International Electronic Journal of Environmental Education, 8(2), 82–104. https://doi.org/10.18497/iejee.475024

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Indeks kualitas lingkungan hidup Indonesia 2022. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kurniasari, H., & Suwanda, I. M. (2022). Kelestarian lingkungan hutan berbasis ecological citizenship di Desa Sumberjo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 10(1), 79–98.

Mulyono, B., Tanshzil, S. W., & Lestari, P. (2022). Digital civic engagement: Aktivisme kewarganegaraan muda dalam merespons isu lingkungan di media sosial. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 19(2), 189–201.

Mulyono, B., Sukamto, S., & Fajri, M. (2023). Social media as a catalyst for environmental movement: A big data analysis of civic participation. Journal of Human Behavior in the Social Environment, 33(4), 512–528.

Nadia, T. A., Fitriani, D., Ariandi, H., & Anisah, A. S. (2025). Revitalisasi pendidikan karakter berbasis budaya melalui tradisi Siram Jimat dalam perspektif etnopedagogi. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 1(1), 42–64.

Naess, A. (1973). The shallow and the deep, long-range ecology movement: A summary. Inquiry, 16(1–4), 95–100.

Nanggala, A., & Suryadi, K. (2024). Keadilan ekologis dalam pendidikan kewarganegaraan: Perspektif hak dan tanggung jawab warga negara. Jurnal Civicus: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 12(1), 45–58. https://doi.org/10.31764/civicus.v12i1.7891

Nanggala, A., Tanshzil, S. W., & Mulyono, B. (2025). Pendidikan kewarganegaraan transformatif: Memberdayakan peserta didik sebagai agen perubahan sosial-ekologis. Jurnal Pendidikan Karakter, 16(1), 34–47.

Nofiasari, R., Kartadinata, S., & Purnama, S. (2025). Wayang kertas sebagai instrumen etnopedagogi dalam membentuk karakter kewarganegaraan anak. Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 10(1), 78–91.

Pramono, S., & Fajri, M. (2023). Spiritual norms, communal attachment, and pro-environmental behavior among Indonesian adolescents. Environmental Education Research, 29(8), 1120–1135.

Purnama, S., & Kartadinata, S. (2020). Traditional puppet-based learning media and its affective engagement effect in civic education. Indonesian Journal of Civic Education, 9(1), 34–48.

Safitri, M., Adha, M. M., & Pitoewas, B. (2026). Penguatan ecological citizenship peserta didik melalui program bank sampah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 11(2), 2485–2493.

Simonavice, S. (2025). Validity evidence of the ecological citizenship scale for adolescents. European Journal of Interdisciplinary Studies, 17(2), 73–89.

Sobel, D. (2004). Place-based education: Connecting classrooms & communities. Orion Society.

Suanda, I. W., & Rusmayanthi, K. I. (2023). Pendekatan etnopedagogi sebagai media pelestarian. SEMBIO: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi, 2, 49–54.

Suryadi, K. (2018). Transmisi nilai budaya dalam pendidikan: Perspektif etnopedagogi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(2), 105–121.

Suryadi, K. (2021). Rekontekstualisasi kearifan lokal dalam pendidikan kewarganegaraan: Perspektif etnopedagogi Sunda. Jurnal Civicus: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 9(2), 78–90. https://doi.org/10.31764/civicus.v9i2.5892

Stevenson, R. B., Brody, M., Dillon, J., & Wals, A. E. J. (Eds.). (2013). International handbook of research on environmental education. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203813331

Syahri, M., & Salahudin, S. (2024). Understanding ecological citizenship through global literature: A bibliometric analysis. Journal of Infrastructure, Policy and Development, 8(7), 1–14.

Tanner, T. (2010). Shifting the narrative: Child-led responses to climate change and disasters in El Salvador and the Philippines. Children & Society, 24(4), 339–351. https://doi.org/10.1111/j.1099-0860.2010.00316.x

Tanshzil, S. W. (2023). Pendidikan kewarganegaraan ekologis berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sunda: Sebuah kajian konseptual. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 11(3), 215–228. https://doi.org/10.23887/jpku.v11i3.61234

Tanshzil, S. W., Lestari, P., & Mulyono, B. (2022). Akar pembentukan karakter kewarganegaraan ekologis: Studi berbasis kearifan lokal di komunitas adat. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(2), 115–128.

Tanshzil, S. W., & Lestari, P. (2025). Konstruktivisme dalam pendidikan moral: Harmonisasi nilai kurikulum dengan pengalaman hidup peserta didik. Jurnal Teori dan Landasan Pendidikan, 14(1), 55–68.

Tanshzil, S. W., Mulyono, B., & Nanggala, A. (2025). Karakter kewarganegaraan ekologis berbasis etnopedagogi: Kajian teoritis dan empiris di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 13(1), 78–92. https://doi.org/10.23887/jpku.v13i1.65432

Tarsidi, I., Suryadi, K., & Malihah, E. (2023). Intergenerational transmission of local wisdom: Building civic engagement among indigenous youth. Journal of Ethnic and Cultural Studies, 9(3), 142–160.

United Nations Environment Programme. (2024). Global resources outlook 2024. UNEP.

Wolf, J. (2011). Ecological citizenship and climate change. In A. Dobson & D. Bell (Eds.), Environmental citizenship (pp. 120–135). MIT Pres

Downloads

Published

2026-07-28

Issue

Section

Articles