Analisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian kognitif berbasis Wayground pada Pendidikan Pancasila di SMA

Authors

  • Winarno Narmoatmojo Universitas Sebelas Maret
  • Rini Triastuti Universitas Sebelas Maret
  • Fitri Nur Fadila Universitas Sebelas Maret

Keywords:

Penilaian Kognitif, Wayground, Pendidikan Pancasila

Abstract

Penilaian merupakan komponen penting dalam pembelajaran untuk mengukur ketercapaian kompetensi sekaligus memberikan informasi diagnostik bagi perbaikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian kognitif berbasis Wayground pada Pendidikan Pancasila materi hak dan kewajiban warga negara kelas X SMA. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam kerangka Research and Development (R&D) model Four-D tahap Define. Data dikumpulkan melalui wawancara guru, studi dokumen, dan observasi karakteristik peserta didik, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen masih didominasi level C1–C2, sementara soal HOTS terbatas dan belum didukung pengujian kualitas butir secara empiris. Di sisi lain, peserta didik memiliki kesiapan digital yang baik. Oleh karena itu, diperlukan instrumen berbasis Wayground yang sistematis, kontekstual, mencakup C1–C6, serta teruji validitas dan kualitas butirnya.

References

Agil Pamungkas, D., et al. (2026). Analisis penggunaan Wayground papermode sebagai media evaluasi interaktif pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Sosial dan Humaniora, 5(2), 89–101.

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. Longman.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 032/H/KR/2024 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Black, P., & Wiliam, D. (2018). Classroom assessment and pedagogy. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 25(6), 551–575. https://doi.org/10.1080/0969594X.2018.1441803

Brookhart, S. M. (2010). How to assess higher-order thinking skills in your classroom. ASCD.

Brookhart, S. M., & Nitko, A. J. (2014). Educational assessment of students (7th ed.). Pearson.

BSKAP Kemendikbudristek. (2024). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 032/KR/2024 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila Fase E. Jakarta: Kemendikbudristek.

Chotimah, S. C., Suhartono, & Fantofik, D. (2025). Implementasi pembelajaran mendalam: Berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. An-Nuha: Jurnal Pendidikan Islam, 5(4), 673–682.

Herin, F. L., Tiring, S. S. N. D., & Kuki, A. D. (2026). Pengaruh penggunaan media Wayground terhadap hasil belajar kimia siswa kelas X. PENDIPA Journal of Science Education, 10(1), 131–137.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nitko, A. J., & Brookhart, S. M. (2014). Educational assessment of students (7th ed.). Pearson.

Paris, J., Hilmiyati, F., & Nugraha, E. (2025). Penyusunan instrumen penilaian pembelajaran kognitif dalam mengukur kemampuan analisis dan evaluasi peserta didik. Jurnal Lentera Pendidikan, 6(1), 45–58.

Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

Piaget, J. (1972). The Psychology of the Child. Basic Books.

Rafika, A., & Sasmita, W. (2025). Tinjauan Literatur Kualitatif tentang Penilaian Kognitif Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam Pembelajaran PPKn SMP. Jurnal Pembelajaran Dan Riset Pendidikan.

Rahma, S. A., & Afrianto. (2026). Improving students' comprehension of announcement text through Wayground in communicative language teaching. Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 5(1), 706–718.

Sugiyono. (2017). Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Alfabeta.

Tanjungpura, U., Barat, K., & Asriati, N. (2025). Analisis butir soal berbasis level kognitif pada ujian akhir semester mata pelajaran PPKn kelas VII. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(2), 112–

Thiagarajan, S., Semmel, D. S., & Semmel, M. I. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children: A sourcebook. Leadership Training Institute/Special Education, University of Minnesota.

Tirza, J., Tambunan, A., Parwati, N. N., & Cendana, W. (2025). Enhancing active citizenship: Developing assessment tools for digital literacy and critical thinking in Indonesian Civics Education. REID (Research and Evaluation in Education), 11(1), 75–88.

Widana, I. W. (2017). Modul Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Winarno, Komalasari, K. ., & Indrawadi, J. . (2023). Authentic assessment in online learning to develop students’ character. Kasetsart Journal of Social Sciences, 44(4), 1091–1100. retrieved from https://so04.tci-thaijo.org/index.php/kjss/article/view/268983

Downloads

Published

2026-07-31

Issue

Section

Articles